KEPRIBADIAN MANUSIA

BAB I

PENDAHULUAN

 

    I.1.   Latar Belakang

 

Mempelajari kepribadian akan sangat menarik. Pengetahuan kita mengenai diri kita sendiri secara otomatis akan bertambah. Sebab hakikatnya kita adalah manusia yang ada dan tumbuh berkembang dengan kepribadian yang menyertai tipa langkah dalam hidup kita.

Maka akan sangat melegakan ketika kita mengerti dan memehami apa yang sedang terjadi pada diri kita. Di tambah lagi dengan kemampuan menelaah diri tersebut akan secara perlahan membentuk diri kita menjadi kokoh dan sanggup mengontrol gejolah yang sering melanda dan terjadi secara lumrah pada diri kita.

Dalam makalah ini, kami sajikan berbagai macam hal yang berkaitan dengan kepribadian kita sebagai manusia. Yang berisi pengertiam, pandangan tokoh, dan berbagai jenis dan kaitan yang saling menghubungkan antara kita dengan kepribadian yang kita punya.

Sebagai calon pengajar, sangat baik apabila kita memahami kepribadian anak dan macamnya sedari dini, sehingga akan mudah kita terapkan pemahamannya pada anak didik kita kelak.

  I.2.  Rumusan masalah

                    Seiring bertambahnya waktu, guru pada masa kini di hadapkan pada masalah yang kompleks tentang anak didiknya. Berbagai masalah tersebut sebaiknya diatasi dengan bijak melalui pemahaman dan pengenalan terhadap pribadi anak. Tidak jarang ketidaktahuan terhadap kepribadian anak didik yang memiliki varian di dalam tiap individu menimbulkan pandangan yang sama terhadap semuanya padahal penanganannya mesti di bedakan berdasarkan pada tipikal anak didik.

 

I.3.   Tujuan

                   Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :

-          Memberi pengetahuan tentang hal yang mengenai kepribadian manusia.

-          Membagi informasi kepada pendidik untuk menjadikan materi ini berguna di kemudian hari ketika kita menghadapi peserta didik.

 I.4.  Manfaat

                   Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu :

-          Pembaca mampu memahamidan mengambil manfaat materi bagi kehidupan pribadi

-          Pembaca mengaplikasikan pemahamannya untuk mengkoreksi diri.

-          Pembaca mampumengatasi kegamangan dalam berpribadi.

 

                

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Beberapa segi psikologi kepribadian kepribadian manusia dibedakan menjadi beberapa tipe. Para ahli – ahli membedakan kepribadian manusia beberapa tipe, yaitu teori Tipologi dan teori Kepribadian.

1.      Teori Tipologi

·         Teori Hippocrates – Galeneus

Teori ini terpengaruh oleh kosmologi Empedokleks yang menganggap bahwa alam semesta tersusun atas empat unsur pokok – pokok, yaitu tanah, air, api, dan udara yang masing-masing memiliki sifat tertentu.

§  Tanah mendukung sifat kering

§  Air medukung sifat basah

§  Api medukung sifat panas

§  Udara mendukung sifat dingin

Hippocrates (460-470) berpendapat bahwa di dalam tubuh juga terdapat  sifat – sifat terbayang didukung oleh cairan-cairan yang ada didalam tubuh.

§  Kering didukung oleh chole

§  Basah didukung oleh melanchole

§  Dingin didukung oleh phlegma

§  Panas didukung oleh sanguis

Galenus (129-200) menyakatakan bahwa dia sependapat dengan pernyataan dari Hippocrates, asalkan perbandingan ke empat elemen diatas sama. Tetapi pada kenyataannya keadaan manusia tidak selalu berbanding sama, kadang ada yang lebih dominan dan ada pula yang kurang jaminan. Sifat yang lebih dominan biasanyamenyebabkan sifat kebiasaan tertentu yang khas, dalam hal ini Galenus menyebutnya dengan tenprament. Galenus menggolongkan orang berdasarkan tenpramentnya menjadi empat golongan, yaitu chole, melanchole, phleglma, dan sanguis.

·         Tipologi Mazhab Italia dan Mazhab Prancis

a.       Tipologi Mazhab Italia

De Geovani ( Viola ) menemukan bahwa ada tiga macam tipe manusia berdasarkan atas tubuhnya, yaitu :

1.      Microsplachnis

Microsplachnis ukuran – ukuran menegak relatif dominan sehingga orangnya lebih kelihatan tinggi dan jangkung.

 

2.      Macrosplachnis

Macrosplachnis ukuran – ukuran mendatarnya relatif dominan sehingga orangnya kelihatan pendek dan gemuk.

 

 

3.      Normoscroplanchnis

Normoscroplanchnis ukuran – ukuran menegak dan mendatar seimbang, sehingga orangnya kelihatan seimbang.

 

Bermacam – macamnya tipe manusia ini berasalkan dari turunannya.

 

b.      Tipologi Mazhab Prancis

Tipologi Mazhab Prancis ini di pimpin oleh Sigaud. Sigaud menyatakan bahwa keadaan serta bentuk tubuh meanusia beserta kelainan – kelainannya itu pada pokoknya di tentukan oleh sekitar atau lingkungan. Ada beberapa macam lingkungan yang menimbulkan reaksi yang bermacam – macam, diantaranya yaitu :

1.      Lingkungan yang berwujud udara yang menjadi sumber reaksi pespitatoris.

2.      Lingkungan yang berwujud makanan yang menjadi sumber reaksi digestif.

3.      Lingkungan yang berwujud keadaan alam yang menjadi sumber reaksi muskuler.

4.      Lingkungan yang berwujud keadaan sosial yang menimbulkan reaksi cerebal.

 

·         Tipologi Kretschmer

a.       Tipe manusia menurut jasmaninya

Kretschmer menggolongkan manusia atas dasar bentuk tubuhnya menjadi empat tipe, yaitu :

§  Tipe Piknis

Pada tipe piknis ukuran – ukuran mendatarnya lebih pendek dari pada keadaan biasa sehingga orang kelihatan pendek dan gemuk.

Ciri khas dari tipe ini yaitu :

1.      Badan agak pendek

2.      Dada membulat

3.      Perut besar

4.      Bahu tidak lebar

5.      Lengan dan kaki lemah

6.      Leher pendek dan kuat

7.      Kepala “merosot” ke muka diantara kedua bahu, sehingga bagian atas dari tulang punggung kelihatan sedikit melengkung.

8.      Banyak lemak sehingga urat – urat dan tulang tidak kelihatan nyata.

Orang yang memiliki tipe ini bisanya memperoleh bentuk yang nyata pada usia 40 tahun.

 

 

§  Tipe Lektosom

Tipe lektosom memiliki ukuran – ukuran yang lebih dari keadaan biasa sehingga orangnya kelihatan tinggi jangkung.

Ciri khas dari tipe ini yaitu:

1.      Badan langsing atau kurus jangkung.

2.      Rongga dada kecil, sempit, dan rusuknya mudah dihitung

3.      Perut kecil, bahu sempit, lengan dan kaki kurus

4.      Tengkorak agak kecil, muka bulat telur, dan berat relatif kurang.

 

§  Tipe Atlatis

Tipe atlatis ini memiliki ukuran – ukuran tubuh yang menegak dan datar dalam perbandingan yang seimbang.

Ciri khas tipe ini yaitu:

1.      Tulang serta otot kulit kuat

2.      Tinggi badan cukup

3.      Bahu lebar dan kuat

4.      Perut kuat

5.      Pinggul dan kaki kuat

6.      Tengkorak dan kaki kuat

7.      Muka bulat telur.

 

§  Tipe Displastik

Tipe displastik merupakan penyimpangan dari ketiga tipe, yaitu tipe piknis, tipe atlatis dan tipe Lektosom. Karena tipe ini tidak memiliki ciri khas.

 

b.      Tipe – tipe manusia menurut tempramennya

Menurut golongannya manusia dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

1.      Golongan yang bertempramen Schizothym

Orang yang bertempranen Schizophrenia, golongan ini lebih tidak menyukai mengadakan kontak dengan lingkungan, suka mengasingkan diri dab sifat ini cenderung kearah Autisme.

2.      Golongan yang bertempramen Cyklothym

Orang yang bertempramen Cyklothym, sifat – sifat jiwanya sesuai dengan para penderita manis despresif. Golongan ini lebih mudah mengadakan kontak dengan dunia luar, mudah bergaul, mudah mendapatkan teman, dan ramah. Golongan ini juga mudah ikut merasakan suka dan duka orang lain.

                        Hubungan antara keadaan jasmani dan tenpramen

                                                Krestchmer mengemukakan adanya hubungan antara keadaan jasmani dan tempramen. Keadaan jasmani dan tempramen saling berhubungan secara singkat  dapat dikatakan :

1.      Orang yang berkonstitusi piknis kebanyakan bertempramen Cyklothym.

2.      Orang – orang yang berkonstitusi Laptosom, atletis dan displastis, kebanyakan bertempramen Schizothym.

 

·         Teori Sheldom

Sheldom menggambarkan kepribadian manusia itu terdiri dari komponen – komponen. Menurut Sheldom kepribadian mengandung tiga komponen – komponen yaitu komponen kejasmanian, komponen tempramen, dan komponen psikianis.

1.      Komponen kejasmanian dibedakan menjadi dua yaitu :

a.       Komponen kejasmanian primer yang meliputi :

§  Endomorph

§  Mesomorph

§  Echtomorph

 

b.      Komponen kejasmanian sekunder yang meliputi :

§  Oysplasia

§  Gynandromorphy

§  Textur

 

2.      Komponen tempramen ini bagi tiga macam yaitu :

§  Viscerotonia

§  Crebrotonia

§  Somatotonia

 

3.      Komponen psikianis di bagi menjadi tiga macam yaitu :

§  Afektif

§  Paranoid

§  Heboid

 

2.      Teori Kepribadian yang memakai cara pendekatan lain

Teori psikoanalisis adalah cabang ilmu yang di kembangkan oleh Sigmun Freud dan para pengikutnya. Teori psikoanalisis sebagai studi fungsi dan perilaku psikologi manusia. Teori psikoanalisis di ikhtisarkan dalam rangka struktur, dinamika, dan perkembangan kepribadian.

 

A.    Struktur kepribadian

Menurut Freud kepribadian terdiri atas tiga sistem yaitu :

a.       Das Es (the id), yaitu aspek biologi

Das Es biasanya disebut dengan aspek yang orisinal yang fungsinya berpegang kepada “kenikmatan” yaitu mencari keenakan dan menghindari ketidak enakan. Terdapat dua macam cara untuk menghilangkan ketidak enakan dari Das Es yaitu:

-         Refleks dan reaksi otomatis seperti bersin, berkedip dsb

-         Proses primer kalau orang lapar seperti orang yang membayangkan makanan.

b.      Das Ich (the ego), yaitu aspek psikologi

Das Ich, kepribadian ini timbul dari kebutuhan orang untuk dapat berhubungan dengan dunia luar secara realistis kuncinya berpegangan pada prinsip “realitas” tujuan masih dalam garis kepentingan organisme yaitu mendapatkan keenakan dan menghindari diri dari ketidak enakan yang sesuai dengan kondisi dunia pada saat ini.

c.       Das Ueber Ich , yaitu aspek sosiologinisme

Aspek sosiologis dari kepribadian ini merupakan wakil nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakat seperti berbagai perintah dan larangan yang ditafsirkan orang tua kepada anak fungsinya yaitu menentukan apakah sesuatu susila atau tidak susila, pantas atau tidak pantas, benar atau salah dengan berpedoman yang sesuai dengan moral masyarakat.

 

B.     Dinamika kepribadian

Freud berpendapat bahwa dinamika kepribadian dimungkinkan oleh adanya energi yang ada didalam kepribadian itu. Energi itu disebut energi psikis asalkan dari psikologi yang bersumber pada makanan yang disimpan dalam insting. Dapat dimisalkan sebagai resevior energi psikis. Terdapat dua macam insting di dalam ini

-        Insting-insting hidup

Insting-insting hidup berfungsi melayani maksud individu untuk tetap hidup dan memperpanjang ras. Psikis yang digunakan oleh insting-insting hidup disebut dengan Libido

 

-        Insting-insting mati

Insting-insting mati berfungsinya kurang jelas jika dibandingkan orang dengan insting-insting hidup. Karena itu kurang dikenal. Namun ada suatu kenyataan yang tidak dapat di ingkari bahwa manusia itu akan mati juga. Freud merumuskan, bahwa “ tujuan hidup manusia yaitu mati”.

C.     Perkembangan kepribadian

 

Perkembangan kepribadian adalah belajar menggunakan cara-cara baru dalam mendiskusikan tegangan yang timbul karena individu menghadapi berbagai hal yang dapat menjadi sumber tegangan. Sumber tegangan ini dibagi menjadi empat pokok diantaranya yaitu proses pertumbuhan fisiologis, frustasi, konflik, dan ancaman.

 

            Menurut Carl Gustaw Jung kepribadian manusia itu ditentukan oleh dua hal yaitu:

1.      Alam sadar (kesadaran) yang berfungsi mengadakan penyesuaian hidup terhadap dunia luar .

a.       Fungsi Jiwa

Dominasi jiwa menurut Jung ada 4 macam yaitu tipe pemikir, tipe perasa, tipe pendria, dan tipe intuitif.

b.      Sikap Jiwa

Sikap jiwa adalah arah dari pada energi psikis umum atau Libido, yang menjelma dalam orientasi manusia terhadap dunianya.

c.       Persona

Persona Jung adalah cara seseorang dengan sadar menampilkan diri.

 

2.      Alam taksadar (alam ketidak sadaran) yang berfungsi mengadakan penyesuaian terhadap dunia dalam yaitu dunia batin sendiri. Ketidak sadaran ini dibagi menjadi dua.

a.       Ketidaksadaran pribadi, yaitu bagian dari alam ketidaksadaran yang diperoleh individu selama sejarah hidupnya, pengalaman pribadinya.

b.      Ketidaksadaran kolektif, yaitu bagian dari pada ketidaksadaran itu diperoleh individu dari warisan nenek moyangnya, yaitu hal-hal yang diperoleh manusia di dalam perkembangannya.

 

Menurut Alfred Adler, pribadi seseorang di tentukan oleh sifat khas atau unik, yaitu individualitas bulat serta sifat yang khas pada pribadi manusia, misalnya konfigurasi motif-motif, sifat-sifat dan nilai-nilai, gaya hidup dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

v  Psikologi kepribadian bertujuan untuk mengenal sesama manusia baik sifatnya maupun tipe kepribadian masing-masing.

v  Beberapa ahli yang mengemukakan tentang teori kepribadian antara lain Sigmund Freud, Carl Gustaw Jung, Alfred Adler.

v  Kepribadian manusia ditentukan oleh dua alam yaitu Alam sadar (kesadaran) dan Alam tak sadar ( ketidak sadaran).

v  Salah satu cara mengetes kepribadian adalah melalui Enneagram (diagram titik sembilan) yaitu meliputi : perfeksionis, penolong, pengejar prestasi, romantis, pengamat, pencemas, petualang, pejuang dan pendamai .

Fri, 20 May 2011 @20:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+8+5

Welcome To My Life
image

Asti Dian Nur Ana

085740044067

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

My facebook
Visitor

free counters

chatt


ShoutMix chat widget

just me

widgets
Copyright © 2014 PT SITEKNO · All Rights Reserved